Bagi pecinta Ice Cream atau Gelato, jenis kudapan yang legit manis, lembut dan dingin. Kudapan yang memikat banyak orang di berbagai kalangan usia, lintas zaman dan di belahan berbagai negara. Sama halnya di Indonesia,terdapat beberapa tempat yang menjual es krim legendaris yang kaya akan nilai sejarah karena lamanya keberadaan kuliner satu ini sejak zaman dahulu kala.
Pada masa itu, tempat atau kafees krim biasanya hanya dipenuhi oleh meneer dan mevrouw Belanda. Keadaan geografis yang menempatkan Indonesia pada dataran iklim tropis, cuaca panas tropis yang exotice , menambah suasana tepat untuk menikmati kudapan manis yang bisa mendinginkan mulut dengan satu cup atau semangkuk es krim. Dan sejak usainya jaman penjajahan atau kependudukan bangsa asing, kini kafe-kafe tersebut ramai dikunjungi oleh orang Indonesia.
Dahulu mereka hanya dapat menyaksikan keasyikan orang-orang Belanda menikmati es krim di kafe-kafe tersebut. Sekarang seiring bergantinya zaman mereka bisa menikmati sendiri secara langsung di kursi kafe yang pernah ditempati para orang Belanda pada masa lampau.Kafe es krim “tua” yang masih ada sampai sekarang ini antara lain adalahToko OEN di Semarang dan Malang, Tip Top di Yogyakarta, Rasa Bakery & Cafe di BAndung, dan masih banyak lagi seperti berikut ini.

Toko Oen , Malang.(terakhir berkunjung tahun 2010 lalu) Menjelajahi sejarah Toko Oen, dimulai dengan Oma OEn yang membuka toko kue di kota Yogyakarta pada tahun 1910. Kemudian pada Tahun 1922, Oma Oen mengembangkan toko kue nya menjadi Restoran es krim. Yang kemudian dia mengembangkan toko es krimnya sampai ke Jakarta, Semarang, dan Malang. Akan tetapi sangat disayangkan, karena cabang Toko Oen yang berada di Yogyakarta dan Jakarta mengalami gulung tikar. Untuk Semarang  sampai saat ini masih ada dan dikelola oleh keturunan Oma Oen. Dan cabang Toko Oen yang ada di Malang harus berganti kepemilikan. Meski begitu, kedua tempat legendaris ini masih tetap mempertahankan interior khas masa kolonial Belanda, begitu juga penyajian es krim nya. Selain es krim, Toko Oen juga menjual hidangan seperti Steak dan Nasi Goreng.

Zangrandi, Surabaya. (Sekali dalam sepekan menjadi rutinitas kunjungan) Kuliner merupakan salah satu jagoan utama Eropa , termasuk dalam pembuatan eskrim atau gelato. Orang Italia yang bernama Zangrandi mendirikan toko es krim pada tahun 1930 di Surabaya. Menu jagoan toko es krim ini dari jaman dahulu awal berdiri adalah es krim dengan rasa Tutti Fruti.

Tidak hanya es krim dan es krim batangan, juga menyediakan eskrim scoop dengan cup atau mangkuk. Ada juga perpaduan pisang dengan beberapa flava es krim sesuai keinginan dan selera para penikmatnya. Untuk menemani menikmati sajian es krim khas toko Zangrandi ini, juga disediakan aneka jajanan ringan seperti pastel atau jajanan berat seperti pizza, dan masih banyak lagi.
Selain toko es krim ini legendaris, letaknya juga sangat strategis yang berada tepat di pusat kota. Berada di JalanYos Sudarso, tepat di seberang Balai Pemuda Surabaya. Ada rangkaian cara menikmati es krim di toko ini yang khas, yang serasa membawa kita berada pada zama kolonial Belanda masa lampau. Duduk-duduk di kursi khas rotan Zangrandi sambil menikmatidinginnya ice cream sembari bersantai di sore hari sebelum melanjutkan pesta di Gedung Balai Pemuda.

Ragusa Italian Ice Cream, Jakarta. (Belumsempat berkunjung kesana) Resep kuliner es krim yang telah diturunkan secara turun temurun ini katanya tetap dipertahankan tanpa mengganti resep aslinya. Dipastikan pula tanpa bahan pengawet. Dan jangan heran bila es krim buatan Ragusamudah meleleh. Yang orang Jakarta pasti mengenal restoran legendaris satu ini.
Dari nama toko tersebut pasti dusah bisa menebak kan? Ya, Orang Italia lah yang gemar membuat restoran es krim di Nusantara. Pada awalnya Luigi Ragusa dan Vincenzo Ragusa membuka stan es krim di tahun 1932 disebuah pasar malam. Dan ternyata es krim buatan mereka laku, sampai akhirnya mereka membuat restoran es krim di Jalan Veteran pada tahun 1947. Sampai saat ini restoran es krim ini masih berada ditempat yang sama dan hanya menjual tujuh rasa saja. Cukup unik dan menarik bukan?Masing-masing rasa memiliki penggemar dari para pecintanya. Dan anda bisa memulai dari rasa Cokelat sampai Durian. Ada pula bentuk modifikasi Spaghetti Ice Cream dan Banan Split. Dan di Ragusa , hanya menjual es krim saja. Tetapi jangan khawatir, Anda masih bisa menikmati jajanan yang bisa Anda beli dari luar Ragusa untuk menemani santap es krimnya.


Tip Top , Medan. ( Belum pernah berkunjung kesana) Yang satu ini membuat saya terfikir, mengapa pada masa penjajahan kolonial Belanda para meneer dan mevrouw sangat menggilai es krim. Dan di Medan pun didirikan sebuah restoran es krim pada tahun 1929. Restoran es krim yang sekarang bernama TipTop dengan lokasi restoran berada di Jl. Ahmad Yani

Interior di dalam restoran ini pun terkesan jadul dan membawa kita serasa berada di jaman kolonial Belanda masa lampau. Tidak hanya itu, wadah penyajian es krimnya punmasih tetap seperti dahulu kala, yaitu dari aluminium. Hal tersebut mungkin dimaksudkan agar es krim tidak cepat meleleh.Mungkin bisa datang ke restoran tersebut secara langsung dan mencicipi es krim Mexicaner Ice, Java Ice, sampai Peach Melba Ice.Lain denga Ragusa, Tip Top menyajikan aneka makanan , mulai dari Steak sampai nasi khas Indonesia, Nasi Goreng. Dan restoran ini menjadi tempat wisata kuliner recomendeed saat berkunjung ke Medan.

(atas keterbatasan informasi dan media yang saya baca, mohon kritik dan sarannya ^_^) Thanks for reading.