Tiap hari saat keponakan kecilku yang berusia 6,8 th bermain-main dengan kata “cita-cita”, cukup menggelitikku. Dia dengan asyiknya mengucapkan pertanyaan konyol yang sebenarnya berarti buatku, dan buat kebanyakan orang. Cita-cita tidak hanya menjadi sebuah tujuan akhir sebuah pencapaian.

Membicarakan saat usia yang tak lagi belia, sepertiku yang sedikit lagi dalam hitungan hari menjadi tua dengan usia 23 tahun (tua dalam versiku). Aku belum pernah sekalipun berprestasi dalam hidupku selama ini. Bisa dikatakan aku masih tetap dalam proses. Terhidung sangat lama karena 23 tahun. Aku menghitung tiap waktu, aku mengingat tiap waktu, aku melihat hasil dari apa yang aku punya, tapi tidak ada.

Sering aku merasa gagal dan aku selalu menyalahkan atas kegagalan yang aku alami saat hidup ku. Tetapi aku masih beragama, dan aku tidak pernah putus asa, aku masih berusaha, karena aku diberikan kemudahan dan kemampuan oleh Tuhanku. Aku berusaha berdo’a kepada Tuhan ku, karena jika aku hanya berusaha tanpa berdoa, juga sama saja Tuhanku takan memudahkan usahaku.

Keberhasilan mungkin belum berpihak padaku saat ini. Tetapi dapat aku petik bahwa setiap manusia diciptakan dengan anugerahnya sendiri-sendiri sesuai dengan kemampuan dan kebutuhannya. Begitu juga hidup ku, KEberhasilan tidak harus diwujudkan dengan pencapaian atau kesuksesan. Keseimbangan hidup yang aku jalani sekarang ini mungkin sebagian orang akan dipandang sebelah mata atau bahkan diabaikan. Apapun itu, aku mempercayakan pada Tuhan ku. Aku masih berproses, sampai kapanpun itu, selama aku mampu, aku wajib mengusahakan dan mengupayakannya.

…it’s yet to ending, late to started, but i’ am still trying…what were being my path…🙂