Sebenernya ini bukan sebuah cerita yang aku harapkan, tidak pernah aku rencanakan dan tidak pernah aku impikan sebelumnya. Ya…dan initerjadi dalam hidupku begitu saja. Pengalamanku dalam menjalin sebuah hubungan yang aku anggap dulu hanya sebuah permainan dan sebuah status (nah loooh!!!). Soalnya setiap kali aku membuat sebuah hubungan itu hanya berdasar status “aku punya pacar” hahahaha….. damn!! konyol banget ternyata.

Pertama waktu aku duduk di bangku SMA kelas 2, woww…..ternyata lumayan kolot aku, baru mau namanya pacaran pas udah kelas 2 SMA, selain karena aku dr kecil biasa tomboy, bagiku pacaran itu gak penting. Tapi pas kelas 2itu mulai pengen punya status sama cowo’ dan pastinya pengen terlihat normal dengan status aku yang berpacaran. Namanya G.P. gue singkat biar keren dan keep secreet😀 hahahaha( singkatan kayak nama sindikat ajah).

Berpacaran sama dia tuh lumayan tenar,soalnya bokapnya itu Lurah di desaku, terus nyokapnya itu dulu wali kelasku waktu SD (dunia ku sempit waktu itu). gak langsung setenar itu juga soalnya waktu awal kelas 2 dia masih orang biasa2 saja. menjalani hubungan dengan G.P juga rasanya yah kayak kakak adek. KEbetulan dia temen SD kakak ku. Yah, dia si dewasa dan rasanya sangat ngemong. Tapi pertama kali pacaran bagiku biasa saja , tanpa “cinta” dan sangat gak jelas. Gak lama setelah aku kelas 3 SMA dan mendekati mau ujian, pikiranku mulai kacau, dia ikut SNPTN di luar kota, kita jarang ketemu dan aku mulai bosan dengan hubungan yang berjalan dengan komunikasi yang gak baik.Akhinya sebelum aku ujian kita memutuskan untuk berpisah, nggak jelas banget kan.:D

Selang beberapa bulan setelah aku lulus SMA, tetap dengan pikiran serba simple ku,aku nggak sebegitu antusias buat berpacaran. Aku memutuskan hijrah ke sebuah kota di Banten , Jawa Barat.Beberapa bulan disana menikmati awal karir dengan bekerja sebagai buruh di sebuah pabrik mempunyai banyak teman baru dan sudah kuanggap seperti sodara sendiri. Aku paling muda diantara teman-teman kerja ku, ya, baru umur 17 tahuni. Harusnya aku bisa menikmati masa mudaku dengan baik layaknya anak remaja kebanyakan. Tapi tidak bagi ku, aku yang bersyukur terlahir dalam keluarga yang baik, meski serba keterbatasan, bagi ku tidak masalah. Aku mencintai hidup dengan keluarga besarku, dan takdir hidupku.

Merantau dikota besar bukan hal mudah, menemui banyak hal yang sangat asing bagi ku, itu Pe eR besar. Kenal lagi sama yang nama nya cowo’ beda 2 tahun diatas ku. Dia sangat perhatian sebagai teman kerja, karena dia terlalu baik aku gak keberatan nerima dia jadi cowo’ku (pacaran lagi). Memulai dengan hal yang tidak benar lagi, aku nerima dia karena rasa hormat dan terimakasih ku, dia baikdan ngemong aku. Menjalani hubungan tanpa “cinta” lagi, jadi hanya berlangsung sebentar. Merasa berdosa sih, tapi yah daripada maksa dan diterusin takut jadi masalah, akhirnya setelah beberapa bulan aku memutuskan hubungan itu. hubungan kedua yang tidak jelas kembali🙂 . Bagaimanapun saya mengganggap dia sebagai teman dan kakak, meski sekarang sudah lost contact.

Lepas dari hubungan kedua yang tidak jelas, aku kembali dekat dengan seorang temannya temanku, dia anak Bekasi namanya A.R. dia jauh 4tahun lebih tua dari aku. Ah… lagi-lagi gak jelas, dari aku  nya yang nggak pernah berani untuk memberikan sebuah perasaan lebih dari teman dan memang aku akui bahwa sebenarnya mempunyai pacar itu merasa nyaman karena ada seseorang yang meperhatikan kita, tapi selebihnya aku belum punya cinta buat hubunganku yang aku rasa belum pasti. dan hanya berlangsung 8 bulan saja bagi ku itu sudah cukup. Aku meninggalkan dia.

Ketiga hubungan itu aku nilai dengan sebuah pengalaman yang cukup membuat ku belajar mengerti tentang sosok cowo’. Aku membiasakan diri bersikap baik dan pasti hati-hati dengan apa saja yang aku lakukan. pikirku aku masih terlalu naif untuk bilang kalo aku “cinta” sama sosok cowo’ yang aku anggap seperti kakak.😀 geje aje yeeeh, tetepp!!!

Penghujung tahun 2008 aku berhijrah ke Surabaya. Kumulai hidup ku disini dengan tinggal bersama keluarga kakakku. Belum genap sebulan aku menjalin sebuah hubungan dengan teman jarsos ku P.S. Damn!!! jauh dari harapan ku, aku berpacaran dengan cowo’ yang baru aku kenal dan tidak kubayangkan sebelumnya. Sebenernya gak niat, cuma gimana lagi.😀 #menyalahkan keadaan. Dia adik kelas kakak ku di kampus. :p konyol again and again.😀 Dan lagi-lagi gak bertahan lama, sikap dia yang serba gak jelas dan sifat dia yang gak baik juga menjadi keputusanku untuk tidak bertahan dengan hubunganku kali ke empat ini. Dan berakhir setelah 3 bulan.

Bulan ke 4 di Surabaya sampe bulan ke 5, aku menahan diri untuk tidak mengenal cowo’ dengan sebuah hubungan yang nggak jelas. Tapi nggak lama kemudian kembali dengan Mahasiswa UM,Malang. Namanya B.P. Ah…dia menggodaku, tapi kembali aku menyandang status tanpa cinta dan selalu berjalan dengan konyol. Bukan niatku bermain-main dengan hubungan-hubungan yang aku jalani, kelima kali nya ini aku anggap main-mainku duah melampaui batas, bagiku berpacaran dengan banyak pria setelah terrecord itu bukan prestasi, itu bad history bagiku. Aku ekmbali menjomblo.

to be continued….😀