Setiap hari yang aku lalui dengan personil keluarga part 5 di kota Surabaya ini (*hadduuh personil , kayak girlband ajah:D). Dua kakakku dengan hubungan suami istri, kakak ipar berusia 35th dan kakak perempuanku berusia 33th. Satu kakak laki-laki satu-satunya dalam jajaran keluarga besarku berusia 26th, dua keponakan perempuanku berusia 20th dari kakakku yang pertama, dan 6,9th dari kakakku yang no 5.(*ribet nyaaaaa😀 , maklum keluarga BESAR2an )

Seru, dan amazing banget hari-hari yang aku lalui setiap harinya, gimana enggak coba, aku ikut(nebeng) dikeluarga kecil kakakku. Terhitung dari 2009 silam, waktu yang tidak sebentar. Memang ada dan banyak segi positive jika tinggal jauh dari orang tua dengan tinggal bersama kakak sendiri di kota seperti ini. Tapi terkadang banyak hal yang mengarahkan aku ingin lepas dari ketidaknyamanan dengan “nebeng” ku ini. Betapa tidak, meski nyaman dan ngara tetap berada dalam lingkungan keluarga tapi begitu samaa rasanya ketika kita tinggal bersama orang tua, banyak hal yang menjadikan serba ketidak enak an”rikuh(bahasa jawa)” . Banyak hal yang seharusnya bisa berjalan baik tanpa harus mengesampingkan kepentingan masing-masing dan tetap harus menjaga tali kekeluargaan.

Ketika terjadi banyak masalah dan itu merupakan keterlibatan dalam keluarga ini, rasanya serba tidak menentu, dan serba salah. Meski satu keluarga tetapi terdiri dari beberapa karakter pribadi dan beberapa berbeda kepentingan dan pola pikir. Bukan tidak mungkin lagi akan sering dan sudah sering terjadi perselisihan dan banyak timbul masalah. Banyak beban batin dan pikiran yang harus tercipta ketika ada ketidak cocokan antara satu sama lain. Tapi ya, sudah jadi makanan sehari-hari. Bahkan aku terkadang sangat cuek. Aku serasa tidak mau mempermasalahkan dan tidak mau tau atas maslah yang terjadi. Meski pada dasarnya hati dan pikiran tak tenang karenanya.

Keinginan terbesar saat ada waktu dan situasi yang tepat, aku ingin hidup mandiri, dengan mengandalkan kemampuanku untuk survive dalam hidupku senidir dan akan kuarahkan untuk bisa membahagiakan keluarga besarku sebelum aku akan merangkak membentuk keluarga ku sendiri kelak. Harapan yang besar dan harusnya dapat berjalan dengan usaha dan dukungan yang sesuai. Bukan halyang tidak mungkin. Karena aku percaya, Tuhanku membuat skenario hidupku dengan Bijak-Nya. Dan selalu….Thank You Allah,🙂.