Astaga…ini seperti permainan petak umpet yang mengharuskan mencari dan mendapatkan apa yang diceri, gimana enggak, banyak hal yang menjadi sebab dan akibat dari sebuah masalah. Manusia itu makhluk yang “rumit”. BEtapa enggak coba?? Hidup tuuh udh merupakan ketetapan dan merupakan berkah, nah kenapa banyak manusia yang meratap atas berkah yang telah dibagikan atasnya.

Menurut pelajaran ilmu sosial nih ya, dulu kita sering denger pas guru lagi menjelaskan atau kita sering baca di buku. Manusia itu makhluk sosial. Makhluk simbiosis mutualisme, dimana kita sebagai manusia yang merupakan makhluk ciptaan Tuhan paling sempurna dengan akal yang sempurna juga. Manusia tidak bisa hidup sendiri, yakni masih membutuhkan makhluk lainnya untuk bisa beradaptasi dan melangsungkan hidupnya. Manusia berinteaksi satu sama lain atau bisa dibahasakan berkomunikasi atau bersosialisasi dengan sesama dan dengan makhluk lainnya demi keseimbangan hidup di bumi.

Betapapun banyak maslah yang kita hadapi tidak harus dengan hitungan waktu atau tidak harus berjangka untuk dapat menemukan cara atau solusi dari masalah itu. Manusia adakalanya tidak menemukan sama sekali solusi yang dibutuhkan, karena semuanya dalah ketetapan Tuhan. Manusia uga terkadang membanggakan diri sendiri atas apa yang ia capai atau apa yang ia miliki. Manusia menjadi lemah atas apa yang menjadi angan-angan atau keinginan yang memperbudaknya untuk memperoleh hal tersebut. PAdahal manusia diberkahi akal dan fisik yang paling semourna diantara makhluk lainnya. Yang dapat diartikan bahwa manusia itu seharusnya bisa menikmati dan mensyukuri atas apa yang telah dimiliki. Masalah dan masalah yang dihadapi dalam kehidupan kita, atau bahkan banyak hal yang sekiranya hendak kita hadapi , sebenarnya sudah ada dalam catatan Tuhan. JAdi bersabarlah, bahwasannya masalah yang kita hadapi itu, finalnya ada manfaat bagi kita. Ada pelajaran berharga dalam setiap cerita hidup yang kita alami.

Bersyukurlah atas apa yang terjadi dalam hidup kita, apa yang menjadi bagian dari hidup kita. MAnusia seharusnya bisa menata dan menjalankan segala sesuatu yang ada dalam hidup ini dengan antusiasme yang baik dan dengan pengharapan yang besar dengan disertai usaha yang baik pula. Entah bagaimana hasilnya kelak, Tuhan sudah pasti memberikan apa yang menjadi kebutuhan kita. Bersyukur dan ikhlas merupakan hal baik dan terkadang menjadi hal yang sangat menakutkan bagi kita ketika kita sendiri tidak bisa berkomitmen. Mulailah dari diri sendiri yang kemudian dapat mengarahkan kita pada sesuatu yang sesuai dalam arahan  Tuhan.

Betapapun masalah yang kita hadapi, berjalanlah pada masalah tersebut dengan sabar, ikhlas dan syukur. Karena semua hal yang bersumber dari diri kita memang hanya bisa diikhtiarkan dengan diri sendiri dan Tuhan.

Tuhanku Maha Mengetahui🙂