Manusiawi banget saat kita mengalami kegagalan atau beradapada posisi dimana kita tidakmelakukan hal-hal yang penting dan berkaitan dalam hidup kita dengan hasil yang tidakbagus.

2012 waktu sekarang, Aku berbincang dengan sahabatku.

Meidy berusia 20tahun.

Aku bertanya ,” Me, gimana sama studi kamu? n semester ini ngambil berapa SKS?”.

Meidy menjawab, ” Aku cuma dapet 13 SKS dengan 5 Mata Kuliah, kamu gimana? (balik bertanya sama aku)”. *dengan nada lesu.

” Sama kok,kamu beruntung masih dapet 13SKS dan kmren semester 1,2 dan 3 kamu bisa dapet 59 SKS, aku harus mengulang semester 3 karena nilai ku dihapus dengan konsekuensi atas keterlambatanku membayar SPP” , jawabku dengan nada yang sangat tidak antusias.

Cuplikan percakapanku dengan sahabatku bukan karena aku menyalahkan sistem studi di kampusku. Dengan adanya ini aku jadi merasa lebih bisa menghargai sebuah kesempatan. Aku bersyukur dan berterimakasih atas kemudahan lagi untuk ku memulai studi yang sempat aku tunda dengan beribu kekecewaan dan penyesalan.

Tahukah bahwa manusia mempunya batas kemampuan dan kapasitas yang berbeda satu sama lain. Dan disaat kesempatan untuk memperbaiki, maka perbaikilah. Karena menyesal tanpa mengupayakan perbaikan sama saja hal bodoh.

…thanks for for my special person who always make me safe and stays with his kindness. Mochamad Hariyadi🙂 i Love you. thanks for your helps …