Ah, entah dari mana asal muasal kata mudik itu? yang tepat selalu menjadi tradisi ketika seseorang yang hidup merantau hendak pulang ke kota ata desa asal orang tersebut. Lebih sering dan lebih akbar saat menjelang  moment Lebaran Idul Fitri. Mereka ( termasuk saya) melakukan perjalanan dari kota tempat tinggal sekarang atau tempat dia merantau pulang ke rumah di kota asal. Tujuan utamanya adalah melakukan silaturahmi keluarga.

Biasanya moment mudik sering berlangsung sejak H-7 dan mengalami arus balik pada H+7 . Berbeda karena kadang tergantung dari adanya kebijakan atau keinginan dari orang yangmelakukan perjalanan dan merasakan moment ini. Bagi saya pulang ke rumah orang tua dan berada di kampung halaman sangatlah menyenangkan. Saya berasal dari desa yang sebenarnya besar namun tingkat perekonomian dan tingkat pertumbuhan penduduk yang relatif tinggi namun terkesan sepi dan banyak terpengaruh faktor urbanisasi. Suasana metropolis dan Keasrian serta naturalisasi desa sangat memperkuat kecintaan saya untuk sering kembali ke desa tempat saya lahir.Perbedaan yang lumayan menonjol atara ain, gaya hidup yang berbeda jauh dari perkotaan membuat suasana berbeda. Meski tidak telalu lama jarak kepulangan saya untuk mengunjungi keluarga di desa asal saya, Tetap saja dengan jarak frekuensi kepulangan yang selang 3 bulan sekali ini selalu ada moment tersendiri.

Banyak hal juga yang harus kita perhatikan saat kita akan melakukan perjalanan mudik. Setidaknya dengan persiapan yang matang dan pada saat pelaksanaan kita bisa melakoni perjalanan yang nyaman, pikiran tenang dan menikmati moment mudik ini. Prepare nya tentu jaga kondisi kesehatan tubuh,apalagi saat kita menjalankan ibadah puasa terkadang lupa memperhatikan dan menjaga kesehatan tubuh karena perubahan pola makan dan waktu beristirahat.

Baik bagi pe-mudik yang menggunakan kendaraan umum ataupun kendaraan pribadi. Faktor lain adalah kenyamanan dan kewaspadaan, setidaknya kita menggunakan pakaian dan perlengkapan mudik yang simple dengan tidak terlalu banyak membawa barang bawaan yang terlalu ribet yang sekiranya akan mengganggu kita di perjalanan. Kewaspadaan, terlebih untuk yang melakukan perjalanan mudik sendiri, dengan kita meningkatkan kewaspadaan terhadap lingkungan ataupun situasi saat perjalanan mudik.

Ada keuntungan yang sangat membantu kita saat melakukan perjalanan mudik secara bersamaan dengan keluarga besar dan kendaraan pribadi ataupun dengan beberapa kerabat atau teman dekat. Selain kita saling menjaga dan mewaspadai paling tidak dapat mengurangi risiko kejahatan yang mungkin dapatmenimpa kita. Mulailah dengan bertingkah, berpakaian dan beradaptasi dengan lingkungan perjalanan kita. Persiapkan peralatan atau obat yang memungkinkan menolong kondisi kesehatan kita selama perjalanan. PErsiapkan beberapa nomor telpon yang sekiranya penting guna mengantisipasi hal-hal yang tidak terduga. Dengan kemudahan pos keamanan dan beberapa tempat peristirahatan yang aman sekiranya dapat menjadi pilihan untuk memelihara rasa dan pikiran kewaspadaan kita.

Selamat menikmati perjalanan, selamat berlibur dan Semoga dapat berjumpa lagi di lain kesempatan.🙂