” Bersyukurlah meski sedang terjatuh, cobalah bangkis secepat dan sebisa mungkin.”—Rakhma

Aku akan selalu mengatakan itu ketika aku sedang “terjatuh”dan ketika aku merasa benar-benar sendiri. Memulai sesuatu hal bukan berarti aku akan mengabaikan kemungkinan terburuk sekalipun. Hasil juga tidak bisa dengan pasti kita prediksi untuk menjadi baik.

Kepercayaan dan keikhlasan dari diri sendrimenurutku sedikit membantu ku menguatkan diri. Sekalipun aku harus mengeluarkan banyak airmata ketika aku tersakiti, terjatuh atau menghadapi masalah dalam hidup ku. Itu semua nikmat Tuhan, Aku percaya bahwa semua yang digariskan untuk Ku adalah serangkaian nikmat Tuhan senbagai pelengkap kebahagiaan dan keberkahan hidup.

Aku akan kuat ketika aku selalu menjadikan orang tua, keluarga, kekasih dan sahabatku sebagai motivasi. Mereka adalah bagian dari ku.Tanpa terkecuali,mereka yang mungkin membenciku, menjauhi ku, bahkan menjadikanku seperti musuh oleh mereka.

Ketika aku benar-benar merasa jatuh dan terpuruk seperti ini, aku seperti dipecundangi oleh kegagalan-kegagalanku. Aku meratap dan sangat merasa sakit. Aku menangis dan merasa sangat terasing oleh siapapun. Tapi aku punya Tuhan yang tidak bisa aku lupakan dalam keadaan apapun. Suka cita, duka dan lara,Tuhan tidak pernah meninggalkanku. Dalam do’a dan sujudku Allah SWT selalu ada untukku. Aku berterimakasih untuk semua itu.

Tuhan… ingatkanlah aku untuk tidak mengeluh, tidak menyerah, tidak meratapi kesalahan, dan ingatkan aku untuk segera memperbaiki kesalahan hidupku, Terimakasih Tuhan untuk selalu mengingatkanku  atas-Mu.